"Waah
selamat ya bu.. Mobil baru nih, platnya masih putih, interiornya masih wangi
bau pabrik.."
"Eh..
Iya.. iya jeng, makasih.. Alhamdulillah dikasih rejeki oleh Allah"
(Dalam hati:
duuuh.. Gak tau dia kalo mobil ini kredit, cuman DP 30 juta, sisanya ngangsur 4
tahun)
-------
"Wuuiik!
Motor baru brooo.. Dah 150CC ini yak? Makin ganteng lu pakai motor ini.. Beli
cash berapa bro?"
"Yooi
cuy! Tarikannya mantaab, ngepoott bisa muter 470 derajat celsius! Enteeng
dah.."
"Beli
di dealer mana? Beli cash berapa bro?"
"Eh elu
haus enggak.. Ada yang jual es tebu tuh disana!"
(Dalam hati:
waaaduuuh, ketahuan beli kredit gengsi nih gua! dah ganteng-ganteng gini masak
naik motor utangan, jadi GGK dong.. Ganteng-Ganteng Kreditan!)
-------
"Waah
pak, rumahnya nyaman sekali di kompleks ini, fasilitasnya lengkap, banyak
pohonnya.. Belinya berapa pak kemarin?"
"Aah..
Masih milik bank rumah ini pak, saya KPR 15 tahun, kalau gak nekat ya susah
beli rumah jaman sekarang pak.. Bayar DP aja, nanti nyicil urusan
belakangan"
"Ooo
gitu ya pak.. Saya mau KPR tuh gak berani pak, 15 tahun saya bayar cicilan.
Saya milih beli tanah yang murah aja pak, pelan-pelan saya bangun tiap dapat
rejeki, alhamdulillah sudah mau 4 tahun, bulan depan mau masang gentengnya
pak.."
"Eh iya
pak.. Saya juga sempet mikir gitu dulunya, tapi aduh ini mumpung dapat yang
cocok pak, akhirnya nekat aja deh.."
------
"Heeei..
handphone baruu yaa! Gilee iPhone 6S plus! Ini kan mahaaal gilak! 14 juta kan
harganya!"
"Yaa
demi komunikasi laah biar lancar, kalo lancar kan kerjaan juga gak ketinggalan,
beres semua ditangan"
(Dalam hati:
gak tau dia, aku beli hape ini gesek 2 kartu kredit, sebulan bayar 1,3 juta
sampai 12 kali bayar. Gak papa lah.. Kalo aku pakai hape ini kan orang juga
segen ngeliatnya.."
--------
"Ciyeee
yang habis pulang dari Dubai.. Foto-fotonya eksis benerrrr di instagram! Keren
lo.. Oleh-oleh mannaa?"
"Eh
iyaaa.. Mumpung masih muda, sebanyak apapun tempat itu kita jelajahi, biar gak
nyesel nanti kalau udah tua bro! Pokoknya bisnis jalan, ownernya
jalan-jalan.."
(Dalam hati:
duuh, jangan sampai tau dia.. Beli tiketnya kemarin pakai kartu kredit utangan,
jalan-jalan sekarang, bayarnya cicil hingga 2 tahun ke depan...)
Mmmmm.....
Gak usah
nunjuk siapa-siapa, lebih baik kita ambil kaca, yang gede sekalian. Berdiri di
depannya.. Naaah itulah pelakunya!
Ilusi menjadi
orang kaya, padahal sebenarnya belum mampu punya..
Kredit
adalah kewajiban, yang penting keren deh itu tongkrongan..
Hutang
adalah kebiasaan, yang penting harga diri naik drastis di depan teman..
Dan kita
tidak sadar, bertahun-tahun kita terjebak dalam hutang dan kredit yang
membelenggu hidup kita, merampas uang kita, bunga berbunga tak ada habisnya,
cicilan demi cicilan tak ada ujungnya..
Sakit!!
Perih!!
Baru
sekarang sadar, ternyata gaya hidup yang sudah menjebak kita..
Rejeki dari
Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup.. Tapi tak akan pernah cukup untuk gaya
hidup!
Dan yang
baru sekarang kita sadar, hutang-hutang kredit yang kita ambil itu adalah
hutang RIBA!
RIBA? Apa
itu mas?
RIBA adalah
RAIB!
Rejeki yang
asalnya dari riba akan berakhir dengan keraiban, hilang, musnah, semu, dan
tidak ada keberkahan di dalamnya.
Semua
pinjaman yang meminta kelebihan bayar jatuhnya RIBA, dan proses itu bisa
terjadi dalam akad jual beli dan hutang-piutang!
Contoh:
1. Dalam
akad hutang:
RIBA QARDH:
hutang uang 1 juta dalam waktu 6 bulan, harus dikembalikan dengan bunganya 15%
RIBA
JAHILIYAH: hutang harus kembalikan dalam waktu 1 bulan, jika tidak tambah 10%
RIBA
NASI'AH: barang kredit tidak lunas dalam 1 tahun tambah denda 10%.
2. Dalam akad
jual beli:
RIBA FADL:
emas 5 gram, ditukar dengan emas 5,5 gram.
Atau
Menukar emas
dengan perak secara kredit
-------------
"Mas
siapa sih yang rese' bikin aturan RIBA itu haram dan dilarang? Padahal kan
selama ini kita dah enak, bisa utang sana sini, bisa nyicil sana sini, bisa
menikmati banyak hal bayar belakangan!"
Naaah..
Itulah masalahnya bro! Aturan tentang riba haram ini bukan ada di Undang Undang
buatan DPR, bukan di PP buatan Presiden apalagi Kapolri!
Ini aturan
Allah bro! Allaaah!
Tuhan yang
menciptakan kita..
Yang
menghidupkan kita,
dan kelak
PASTI mematikan kita!
Wakwaaawww!
"Duuuh..
Masak sih mas?"
Gini gini
coba dibaca ini, jangan kaget!
1. Majelis
Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek
perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian,
Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk
salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
Gak percaya?
Nih download surat resminya MUI disini →
http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf
2. Ketetapan
akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul
Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965. Ada 300 ulama seluruh
dunia berkumpul sepakat tentang ini.
b. Majma’
al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16
Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
c. Majma’
Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan
di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
* Keputusan
Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
* Keputusan
Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.
------------
"Mas
kalau seluruh ulama mengharamkan riba, kenapa praktek itu masih ada
dimana-mana?"
Naaah...
Karena ulama itu tidak memegang kekuasan bro, yang megang kuasa itu pemerintah.
Tau sendiri kan negara kita, soal hutang jagoannya? Denger-denger hutang negara
kita sudah 4300 trilyun! Kalo ditulis jadinya ini: Rp. 4.300.000.000.000.000!!
Kalo
dibelikan cendol, klelep berapa kabupaten itu bro?
Dan tau
enggak, kenapa ulama seluruh dunia mengharamkan? Mereka gak main-main, dasarnya
Quran dan Hadist jelasssss banget! Cuman kita aja yang selama ini ngeyel, gak
mau belajar ilmunya, cari pembenaran sendiri, ngutak-ngatik hukum dan aturan
Allah biar yang haram jadi sedikit halal..
Padahaaal...
Khamar itu haram, walaupun diminum di halaman mushola, pakai sarung, baju koko
dan peci, minumnya cuman 1/4 sloki sambil baca Bismillah.. Tetap Haram!
Ketika kita
ngeyel main-main dengan harta riba, maka yang terjadi KITA DAPAT UANGNYA, TAPI
TIDAK DAPAT KEBERKAHANNYA..
Uangnya
dapat, tapi entah pergi kemana?..
Kayaknye megang
duit, tapi kok semua urusan jadi sulit..
Duit
segepok, tapi halangan datang terus gak kapok-kapok...
Rekening
kayaknya nambah, tapi sering dapat musibah..
Dapat uang
sebukit, tapi keluarga terus-terusan sakit..
Itulah ciri
rezeki yang tidak ada keberkahannya..
Padahal
Allah jelasss banget mengingatkannya..
“Hai
orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA
(yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan
(meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN
MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok
hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
(Al-Baqarah:
278-279)
Astagfirulllah..
Kita ngeyel, bakal diperangi langsung oleh Allah dan Rasulnya..
Nabi pun
terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya
bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:
"Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba
(nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang
menyaksikan transaksi riba..”
Kata beliau,
“Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)
Dari Abu
Hurairah r.a., ia berkata,
Rasulullah bersabda:
“Riba adalah tujuh puluh dosa; dosanya yang paling ringan adalah (sama dengan)
dosa orang yang berzina dengan ibunya" (HR. Ibn Majah)
Astagfirullah..
Double kick langsung mental terkapar kita!
"Terus
kalo sudah terjebak dalam riba gimana mas? Bertahun-tahun terkekang hidup,
tambal sulam dari hutang ke hutang.. Gali lobang tutup empang! Eh.. Nutup
empang kecemplung jurang!"
Ya ayooo
kita berjuang bareng, kita hijrah dari gaya hidup penuh hutang menuju hidup
tanpa hutang.. Tanpa riba.. Pasti bakal tenang hidup kita.
Memang tidak
mudah kawan, tapi justru disitulah bagian dari ikhtiar kita, saling mendukung
dan saling mendoakan..
Ada yang
selesai dalam hitungan bulan..
Ada yang
hitungan tahun..
Tidak
masalah, karena momen taubat itu yang Allah suka..
Ini
langkah-langkahnya:
1. Taubat,
kita minta ampun pada Allah karena pernah memakan harta riba, dan berjanji kita
tidak akan menambah lagi hutang riba! Stop! Stop! Cukup!
2. Berazam
bebas riba, artinya bercita-cita dan bersungguh-sungguh sampai mentok, untuk
melunasi semua hutang kita.
3. Fokus
menyelesaikan hutang, menunda semua kesenangan. Tiap dapat rezeki langsung
diniatkan mengurangi pokok hutang. Dari yang terjadwal 15 tahun, eh bisa lunas
dalam 5 tahun. Bisa juga menjual aset-aset yang selama ini menjadi beban, mau
rumah, ruko, kendaraan, atau apapun jika sudah niat bener bebas riba ya
lepaskan saja.
4. Minta doa
dari orang sekitar, terutama dari ibu bapak kita, dari saudara dan kawan, dari
duafa yang kita ringankan bebannya. Jangan remehkan kekuatan doa, kita tidak
pernah tau dari mulut siapa doa kita dikabulkan..
5. Terus
perbaiki ibadah, sholat tepat waktu, sedekah dan zakat jangan ditunda-tunda,
zikir kita perbanyak, biar Allah juga mempercepat hajat kita.
Dan lihatlah
kawan, ini janji Allah untuk kita..
Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ
مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan
bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi
hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah
sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Ibnu
Majah no. 2400)
Tuh!
Kita AKAN
DITOLONG OLEH ALLAH asal kita benar-benar berniat dan berusaha menyelesaikan
hutang kita di dunia..
Buat
kawan-kawan kita yang masih masuk golongan "Jamaah Ngeyeliah",
sampaikan tulisan ini agar mereka sadar. Tugas kita menyampaikan, soal hidayah
itu urusan Allah. Yang penting kita niatkan dapat pahala syiarnya..
Pesan Nabi:
"Barangsiapa
menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya.."
(HR. Muslim)
Ambil kaca
lagi, mari instropeksi..
Jika hidup
kita susah..
Hati sering
gelisah..
Tiap hari banyak
masalah..
Jiwa terasa
gundah..
Semua urusan
tak pernah mudah..
Halangan
terus tak sudah-sudah..
Mungkin
karena harta RIBA kita telan dengan serakah..
Salam,
@Saptuari

0 Response to "NGERIIII DAP!!! ILUSI RIBA... DAN KITA MENIKMATINYA!!"
Posting Komentar